fotopegunungan
The Legendary Coffee, Once Valued and Forgotten...And Now It is Brought Back to the World Again

Pada akhir abad ke-17 , perkebunan kopi di Indonesia dimulai . Karena kelangkaan dan rasa elegan , kopi Toraja hanya diperuntukkan untuk bangsawan Eropa . Namun, setelah Perang Dunia II dimulai, perkebunan ditinggalkan . Semua orang berpikir Toraja kopi telah hilang , tapi KEY COFFEE INC . Membawanya kembali ke dunia . 40 tahun kemudian , pada tahun 1978 , kopi legendaris kembali ke pasar sebagai TOARCO TORAJA.

Pada bulan April 1973, Kimura Coffee, yang merupakan pendahulu kini KEY COFFEE INC. Dikirim ke pulau Sulawesi - Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengetahui situasi kopi Toraja, yang pernah dianggap kopi legendaris dunia sebelum menghilang dari pasar sebagai akibat dari perang. Karena Toraja kopi hanya tumbuh di pegunungan yang mendalam di pusat pulau, jalan-jalan yang mengarah ke perkebunan yang sangat kasar. Eksekutif harus beralih dari jip dengan kuda dan perjalanan terakhir dengan kaki untuk mencapai tujuannya. Ketika ia akhirnya tiba, perkebunan tampaknya telanjang, tetapi dalam kenyataannya, petani lokal hanya tumbuh kopi Toraja dalam jumlah kecil, yang menyelamatkan tanaman dari kepunahan. Setelah penemuan menyenangkan, eksekutif mencapai keputusan bahwa Toraja kopi bisa dihidupkan kembali serta keuntungan yang ia bayangkan akan datang tidak hanya akan menguntungkan perusahaan, tetapi juga perekonomian masyarakat lokal juga. Dengan kemauan yang kuat, ia membawa kembali kopi Toraja ke pasar internasional.

PT TOARCO JAYA didirikan dari perusahaan patungan antara Indonesia (P.T. Utesco) – Jepang (Suladeco Ltd.) berdiri tahun 1976 yang memproduksi kopi arabika bermutu tinggi di daerah Toraja Utara – Sulawesi Selatan. TOARCO adalah singkatan dari “Toraja Arabica Coffee”.

PT TOARCO JAYA mengelola perkebunan sendiri seluas 530 Ha di Pedamaran, Bokin – Toraja Utara dan sejak awal mengajak para petani setempat untuk kembali menanam kopi arabika serta memberlakukan pengolahan basah yang sempurna pada buah kopi (wet process). Pengawasan mutu yang ketat diberlakukan mulai dari pemetikan buah merah secara selektif , pengolahan basah yang sempurna, pengeringan biji yang tepat, pengupasan dan sortasi biji secara cermat dan diakhiri dengan pengujian cita rasa (cup test). Hanya biji kopi bercita rasa tinggi yang lolos menjadi “Toarco Toraja Coffee ”.

“TOARCO TORAJA COFFEE” kemudian dipersembahkan dengan citra : Excellent Aroma, Rich and Strong Body, Well-balanced Bitterness and Acidity, and Mellow Flavour

Karakter cita rasa ini berbeda jauh dengan peni laian dunia kopi pada kopi Indonesia sebagai : Earthy, Full Body dan Low Acidity.

Dalam perkembangan nya, P.T. Toarco Jaya membina petani kopi secara terus menerus sehingga produksi dan mutu kopi petani pun dapat dipertahan kan.Peningkatan kualitas hidup para petani juga terus diusaha kan dengan berbagai bantuan.

PT TOARCO JAYA Pedamaran Coffee Plantation telah memperoleh sertifikat “Good Inside” (UTZ Certified) dan Desember 2007 memperoleh sertifikat serupa dari “Rain Forest Allianze”